Deklarasi malino telah menghasilkan sebuah hasil yang besar bagi Etos Makassar. Dari struktur sebelumnya yang berbentuk BEM berubah menjadi komunitas-komunitas kecil. ESC(Etos Social Community), E-line, kewirausahaan, IT, bahasa inggris. Diharapkan dengan adanya komunitas tersebut, etoser makassar lebih fokus pada minat masing-masing.
Dia terlahir dari gubuk kecil yang dihuni kebodohan dan keputusasaan.Hantu-hantu kepedihan menyesaki gubuk yang dihuni oleh penyesalan dan keterpurukan.Roh ketakutan mengintai dan menyelimuti sudut ruangan,diwariskan dari Ibu yang menyusui anaknya dengan darah dan air mata.
Saat ia mulai bangkit,Ia memilih ketidaktahuan sebagai kendaraan untuk melesat ke masa depan.Jembatan kepedihan adalah titian yang ia tapaki meninggalkan kota masa lalu yang dikepuli asap kebodohan,penyesalan ,penghambaan dan keputusasaan.Dalam pengembaraannya,ia hiasi bajunya dengan beraneka rupa warna yang ia temukan di pinggiran zaman.melangkah dengan anggun di antara orang-orang yang menunduk meratapi nasib.Sesekali ia mendapat decakan kagum dari kebodohan yang mengikutinya.Ia sadari bahwa dirinya hanya prasati pembodohan lingkungannya tapi ia sendiri tak tahu cara lepas dari itu.
Saat ia letih dalam pengembaraannya,ia duduk di atas tanah yang gersang.Ia merenung tentang apa yang telah dan akan ia lakukan di dunia yang penuh dengan pilihan dan sedikit kepastian.Dalam perenungannya ia tanggalkan keseia-siaannya,menghempaskan kealpaan yang menipu banyak orang dari cermin ketidak tahuan.
Ia memungut benih dari debu yang dihinakan oleh bangsanya.Lalu ia sibuk mengembara dalam kesendiriannya,menanam benih yang ia dapatka.Musi-musim ia lalui dengan sabar,siang menghitung deritanya dan malam merampungkan nestapanya.Saat pohon pengetahuannya,orang-orang mulai menjauhinya.Namun ia tetap yakin bahwa musim semi kehidupan akan menancapkanakar-akar pengetahuannya jauh kedalam hatinya yang rindu akan kemerdekaan.
Pohon pengetahunnya kini telah berbuah,ia petik dan ia makan buahnya,sungguh manis hasil dari sebuah kepatuhan yang mendambakan kemerdekaan diri.Kemudian selebihnya ia tawarkan pada orang lain,namun tak seorangpun dari mereka yang menyentu buah pengetahuannya.Sampai buah itu membusuk,tak seorangpun pernah menyantuh mengecap manisnya buiah pengtahuan yang ia usahakan dengan kesungguhan.
Kini ia leth dan berjalan gontai meninggalkan hiruk pikuk-pikuk kebisingan manusia.Ia menuju sebuah lembah yang jauh dari keramaian dan penuh ketenangan.Ia sandarkan tubuhnya yang letih pada sebatang pohon.Sesaat ia melihat hantu kurus datang menghampirinya,lalu ia bertanya
“Siapakah engkau?dan akan ke mana tujuanmu”.ia memulai pertanyaannya.
“Aku adalah kemerdekaan,aku bersal dari jeruji hati manusia sebagai budak dan akan kebali pada hakikatku”.jawab si hantu.
“Di mana gerangan anak-anakmu?”pertanyaannya ia lanjutkan
“Satu di korbankan,satunya lagi menunggal karena gila dan tak ada lagi yang lahir setelahnya”jawab hantu itu lagi.
Seketika hantu itu lenyap bagai kabut yang di timpali sinar surya pagi.kemudian fokusya melihat lebih banyak hantu masa lalu di lembah itu,adapula roh yang bersembunyi menunggu gilirannya menghiasi dunia dengan peradaban dari mereka,yang akan di bangun di atas gundukan kerangka manusia(cerpen).